Doa terhadap yang Wafat ?

 Doa untuk yang Meninggal
Nasib malang menimpa Samsudi ayahnya wafat ,sebgai anak yang tau agama Samsudin mengurus pemandian ayahnya dari mulai memeandiakn sampai menguburkan , di saat penguburan di Desanya selalu ada pemabacaan doa terhadap yang wafat/meninggal dan munkin ini disebut talqinul Mayyit . Samsudin sangant benci dengan talqin dia perpendapat berdoa untuk orang yang sudah meniggal tidak ada gunanya sama sekali , harga mati gak boleh ditawar alias sia-sia

Dipenghujung pemakaman Ustaz setempat menghalau masyarakat yang hadir agar mendekat dan membacadoa bersam-sama sebagai mana biasanya yang mereka lakukan layaknya umat muslim . tapi berbeda dengan Samsudin digeregatan , karena tidak kuat menahan gejolak secara sepontalistas keluar dari bibirny " hai semua yang hadir , bapak ku telah tenang jangan kalian ribut , pulang kalian semua ketempat masing-masing  "
masyarakat bingung nurut anak ingusan atau ustaz ? 
dengan nada lembut ustaz menanyakan " kenapa kamu suruh kami pulang nak " 
dengan tegas di jawab " berdoa untuk yang sudah meninggal tidak ada gunanya lagi pak ustaz , hanya sia-sia mendingan kiata ngopi dirumah dari pada mengerjakan hal yang sia-sia buat ayah ".
" o gitu ya " kata pak ustaz
" iya jawab " samsudin
pak ustaz menanya " gak percayakah kamu doa kita ada manfaatnya untuk ayah mu yang telah dikubur ini ? "
" gak percaya sama sekali pak ustaz " jawabnya kesal.
langsung di sambit pak ustaz " kalau iya kamu percaya gak ada manfaatnya buat ayahanda kita , saya akan ajak masyarakat yang hadir ini mendoakan ayah mu disiksa dan disempitkan kuburannya , gimana nak kamu setuju  "
samsudi tambah kesal langsung ngomong " loh kok gitu ustaz lo gila kali " ( gak sopan amat sama ustaz )
" kan gak ada manfaatnya kata kamu doa untuk yang sudah mati " jawab pak ustaz denga tenang..
Samsudin diam dan malu tak berkokok , karena memang bukan ayam jalu..
kisah islam ini benar pernah ada tapi tokohnya diganti


Subscribe to receive free email updates: